Blog

UDP, Protokol Internet Untuk Komunikasi Yang Sederhana

Blog

Sebelumnya, kalian pernah gak mendengarkan kata User Datagram Protocol (UDP). Yah, mungkin sebagian orang sudah tidak asing lagi ketika mendengan apa itu UDP, apalagi yang bergelut dibidang jaringan komputer. User Datagram Protocol (UDP) adalah bagian dari paket Protokol Internet yang digunakan oleh program yang berjalan pada komputer yang berbeda di jaringan.

Biasanya UDP ini digunakan untuk mengirim pesan pendek yang disebut datagram tetapi secara keseluruhan, itu adalah protokol yang tidak dapat diandalkan, tanpa koneksi. Biasanya ini terhubung pada sebuah saluran dengan menggunakan jaringan. Mungkin bagi para pengguna komputer, mereka sudah lebih memahami bagaimana komputer saling berhubungan dan berbagi jaringan. Bagi anda yang kurang mengerti mengenai apa itu UDP, langsung saja baca ulasan berikut ini.

Pengertian UDP (User Datagram Protocol)

UDP adalah protokol transport interkoneksi sistem terbuka (OSI) untuk aplikasi jaringan server-klien. UDP ini termasuk sebuah perangkat lunak pada komputer bisa mengirimkan pesan ke komputer lain melalui jaringan tanpa perlu ada komunikasi awal. UDP menggunakan model transmisi sederhana tetapi tidak menggunakan dialog handshaking untuk keandalan, pemesanan dan integritas data.

Protokol mengasumsikan bahwa pengecekan kesalahan dan koreksi tidak diperlukan, sehingga menghindari pemrosesan pada level antarmuka jaringan. UDP banyak digunakan dalam konferensi video dan game komputer waktu nyata. Protokol memungkinkan paket individu untuk dikirimkan dan paket UDP akan diterima dalam urutan yang berbeda dari yang dikirim, memungkinkan untuk kinerja yang lebih baik.

UDP (User Datagram Protocol) adalah protokol komunikasi alternatif untuk Transmission Control Protocol (TCP) yang digunakan terutama untuk membangun koneksi latensi rendah dan toleransi kerugian antara aplikasi di internet. UDP melakukan komunikasi secara sederhana dengan mekanisme yang sangat minimal. Ada proses checksum untuk menjaga integritas data.

UDP digunakan untuk komunikasi yang sederhana seperti query DNS (Domain Name System), NTP (Network Time Protocol) DHCP (Dinamic Host Configuration Protocol) dan RIP (Routing Information Protocol).

UDP adalah bagian dari paket Protokol Internet, disebut sebagai paket UDP / IP. Tidak seperti TCP, ini adalah protokol yang tidak dapat diandalkan dan tanpa koneksi. Jadi, tidak perlu membuat koneksi sebelum transfer data.

Padahal Transmission Control Protocol (TCP) adalah protokol lapisan transport dominan yang digunakan dengan sebagian besar layanan Internet Untuk layanan waktu nyata seperti permainan komputer, komunikasi suara atau video, konferensi langsung; anda membutuhkan UDP.

UDP memiliki karakteristik utama berupa “connectionless”, artinya, pesan yang dikirimkan melalui UDP bisa sampai tanpa memerlukan proses negosiasi koneksi antara dua komputer host yang ingin bertukar info. Selain itu, karakteristik UDP lainnya adalah “unreliable”, artinya semua pesan yang dikirimkan tidak memiliki nomor urut atau pesan pemberitahuan.

Header UDP

Header UDP adalah 8-byte header tetap dan sederhana, sedangkan untuk TCP dapat bervariasi dari 20 byte hingga 60 byte. 8 Bytes pertama berisi semua informasi header yang diperlukan dan bagian yang tersisa terdiri dari data. Bidang nomor port UDP masing-masing panjangnya 16 bit, oleh karena itu rentang untuk nomor port ditentukan dari 0 hingga 65535; nomor port 0 dicadangkan. Nomor port membantu membedakan berbagai permintaan atau proses pengguna.

Salah satu persyaratan yang paling penting untuk memberikan video langsung dan suara melalui jaringan adalah bahwa data terus mengalir cepat. Hidup video dan suara aplikasi dapat mentolerir beberapa kehilangan data dengan efek minimal atau tidak terlihat, dan sangat cocok untuk UDP.

Beberapa bagian header UDP adalah sebagai berikut:

  • Source Port: Bidang panjang 2 Byte yang digunakan untuk mengidentifikasi nomor port dari sumber.
  • Destination Port: Ini adalah bidang panjang 2 Byte, digunakan untuk mengidentifikasi port dari paket yang ditentukan.
  • Length: Panjang UDP termasuk header dan data. Ini adalah bidang 16-bit.
  • Checksum: Bidang panjang 2 Bytes. Ini adalah pelengkap 16-bit dari jumlah komplemen satu dari tajuk UDP, tajuk semu informasi dari tajuk IP dan data, yang diisi dengan nol oktet di bagian akhir (jika perlu) untuk membuat kelipatan dua oktet.

Aplikasi UDP

UDP digunakan untuk komunikasi respons permintaan sederhana ketika ukuran data kurang dan yang lebih kecil untuk aliran dan kontrol kesalahan. Ini adalah protokol yang cocok untuk multicasting karena UDP mendukung perpindahan paket. UDP digunakan untuk beberapa protokol pembaruan perutean seperti RIP (Routing Information Protocol).

UDP adalah protokol ideal untuk aplikasi jaringan dimana latensi tersebut sangat penting, seperti dalam game dan komunikasi suara dan video, yang dapat mengalami kehilangan data tanpa mempengaruhi kualitasnya. Dalam beberapa kasus, teknik koreksi kesalahan maju digunakan untuk meningkatkan kualitas audio dan video meskipun ada beberapa kerugian.

UDP juga dapat digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan transmisi data lossless ketika aplikasi dikonfigurasikan untuk mengelola proses pengiriman kembali paket yang hilang dan mengatur paket yang diterima dengan benar. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan kecepatan transfer data file besar dibandingkan dengan TCP.

Dalam model komunikasi Open Systems Interconnection (OSI), UDP, seperti TCP, ada di Layer 4, layer transport. UDP bekerja bersama dengan protokol tingkat yang lebih tinggi untuk membantu mengelola layanan transmisi data termasuk Trivial File Transfer Protocol (TFTP), Protokol Streaming Real Time (RTSP), Protokol Jaringan Sederhana (SNP) dan pencarian sistem nama domain (DNS).

Biasanya digunakan untuk aplikasi waktu nyata yang tidak dapat mentolerir penundaan yang tidak merata antara bagian-bagian dari pesan yang diterima. Implementasi berikut menggunakan UDP sebagai protokol layer transport:

  • NTP (Network Time Protocol)
  • DNS (Layanan Nama Domain)
  • BOOTP, DHCP.
  • NNP (Protokol Berita Jaringan)
  • TFTP, RTSP, RIP, OSPF.

Fitur UDP

Protokol datagram pengguna memiliki atribut yang membuatnya menguntungkan untuk digunakan dengan aplikasi yang dapat mentolerir data yang hilang. Beberapa fitur yang terdapat dalam UDP adalah sebagai berikut.

  1. Ini memungkinkan paket untuk dikirim dan diterima dalam urutan yang berbeda dari yang ditransmisikan, membuatnya cocok untuk aplikasi real-time dimana latensi mungkin menjadi perhatian.
  2. Ini dapat digunakan untuk protokol berbasis transaksi, seperti DNS atau Network Time Protocol.
  3. Ini dapat digunakan dimana sejumlah besar klien terhubung dan tidak perlu untuk mengkoreksi koreksi kesalahan waktu nyata tidak diperlukan, seperti game, konferensi suara atau video dan media streaming.

Fungsi UDP

Fungsi UDP memberikan pelanggan sebuah transfer data yang tidak dapat diandalkan di mana ketika proses mengirim pesan dalam bentuk datagram, dan protokol UDP tidak memberikan jaminan penyampaian pesan tertentu / datagram ke soket (end node) pada sistem penerima.

Kemungkinan data Gram tiba dengan rusak di ujung penerima dan dengan demikian penerima pada end sistem dapat menerima data yang rusak dan bisa saja penerima ujung dapat menerima paket nomor 3 sebelum paket nomor 2 dan ada kemungkinan juga menerima datagram dua kali.

UDP sendiri memiliki beberapa fungsi khusus, di antaranya adalah :

  1. Cocok untuk mengirimkan informasi yang membutuhkan kecepatan daripada kehandalan, seperti misalnya video atau audio streaming.
  2. Salah satu protokol yang “ringan”, artinya mampu secara efektif memakai sumber daya profesor dan memori, bahkan menghematnya. Jika sebuah protokol dapat dikatakan ringan, maka protokol tersebut dapat melaksanakan fungsi spesifik dengan saling bertukar pesan, seperti misalnya query nama dalam DNS.
  3. UDP mengimplementasikan layanan keandalan, artinya protokol ini memfasilitasi layanan pertukaran data dengan andal, seperti misalnya yang ditemukan pada TFTP (Trivial File Transfer Protocol) dan NFS.
  4. Tidak membutuhkan keandalan, misalnya pada bagian Routing Information Protocol (RIP).
  5. Dapat melakukan transmisi broadcast, sebab tak perlu adanya koneksi terlebih dahulu dengan host yang spesifik. Sebuah paket data dapat dikirimkan dengan beberapa tujuan yang dialamatkan pada multicast atau broadcast.

Cara Kerja UDP

Untuk menggunakan protokol UDP, sebuah aplikasi harus menyediakan alamat IP dan nomor UDP Port dari host yang dituju. Sebuah UDP port berfungsi sebagai sebuah multiplexed message queue, yang berarti bahwa UDP port tersebut dapat menerima beberapa pesan secara sekaligus. Setiap port diidentifikasi dengan nomor yang unik.

Agar bisa tersambung ke UDP dibutuhkan sebuah aplikasi di perangkat yang mana akan menyediakan IP dan nomor port dari sebuah host yang menjadi tujuannya. Dalam protocol UDP anda dapat menerima beberapa data dalam waktu yang bersamaan. Alamat IP tujuan dan nomor port dienkapsulasi dalam setiap paket UDP. UDP menyediakan sistem pengiriman paket yang tidak dapat diandalkan yang dibangun di atas protokol IP.

Seperti halnya IP, masing-masing paket adalah individu dan ditangani secara terpisah. Karena itu, jumlah data yang dapat dikirim dalam paket UDP terbatas pada jumlah yang dapat terkandung dalam paket IP tunggal. Dengan demikian, paket UDP dapat memuat paling banyak 65507 byte (ini adalah ukuran paket IP 65535 byte minus header IP minimum 20 byte dan minus header UDP 8 byte).

Terdapat sebuah channel yang berfungsi sebagai penghubung host untuk dapat bertukar data. Channel tersebut membutuhkan sebuah aplikasi di perangkat untuk bisa tersambung ke UDP sekaligus menyediakan IP dan nomor port dari host tujuan. Kemudian UDP akan mengirimkan beberapa data dalam waktu yang bersamaan. Berikut adalah cara kerja dari UDP.

  • Paket berisi port client dan port sumber berbentuk file text dikirimkan ke server dalam UDP header
  • Paket berisi port client dan port sumber berbentuk file audio dikirimkan ke server dalam UDP header
  • UDP membaca nomor port tujuan dan memproses data
  • Paket asli memiliki port sehingga server dapat mengirimkan data kembali ke ftfp client
  • Untuk point 3 dan 4 berulang lagi saat server menerima file audio dari client
  • Saat aplikasi yang ingin mengirim data, UDP tidak akan mem-buffer atau mem-fragmen data.
  • Karena UDP tidak mem-fragmen data, jika data yang lebih besar dari MTU, lapisan IP yang harus mem-fragmen nya

Walaupun cukup bermanfaat, namun UDP sendiri memiliki beberapa kelemahan dalam cara kerjanya. Misalnya saja, UDP tidak memfasilitasi mekanisme buffering data masuk dan keluar. Selain itu, UDP juga tak memfasilitasi segmentasi data yang ukurannya besar untuk disederhanakan ke dalam segmen-segmen data, yang bisa dilakukan dengan TCP. Dalam protokol UDP juga tidak terdapat mekanisme flow-control seperti layaknya TCP.

Bagaimana menurut anda mengenai penjelasan dari UDP di atas? Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa UDP merupakam sebuah perangkat lunak pada komputer bisa mengirimkan pesan ke komputer lain melalui jaringan tanpa perlu ada komunikasi awal. Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan anda.